Daurah Janaiz PC Salimah Serang Baru

Ahad (17/6/2012) Penyuluh menghadiri sekaligus menjadi keynote speaker dalam Pelatihan Pengurusan Jenazah (Daurah Janaiz) yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Persaudaraan Muslimah (PC Salimah) Kec. Serang Baru bekerja sama dengan majelis taklim Al Muhajirin di masjid Al Muhajirin Blok C Perumahan Mega Regency Serang Baru.

spacer

Wisuda RA Az Zahra Perumahan KSB Tahun 2012

Sabtu (16/6/2012) Penyuluh menghadiri wisuda murid Raudhatul Athfal (RA/TPA) Az Zahra di Perumahan Kota Serang Baru (KSB) Desa Sukaragam Kecamatan Serang Baru. Penyuluh memotivasi murid-murid yang diwisuda agar bertekad melanjutkan pendidikan setinggi mungkin. Kepada para orang tua / wali murid Penyuluh mengingatkan pentingnya peranan orang tua dalam mendidik dan mengarahkan putra-putri mereka. Menyitir satu hadits bahwa setiap anak lahir dalam kondisi fitrah (tauhid), maka orang tualah yang menjadikannya yahudi, nasrani atau majusi.


spacer

Laporan Kegiatan Umum Penyuluh

LAPORAN KEGIATAN UMUM PENYULUH
TAHUN 2012

Bulan: Januari 2012
spacer

Daftar Majelis Taklim di Kecamatan Serang Baru

Berikut ini daftar majelis taklim di wilayah Kecamatan Serang Baru awal tahun 2012. Tercatat 83 majelis taklim yang tersebar ke dalam 8 (delapan) desa. Sekiranya ada data yang perlu dikoreksi atau ada pengelola majelis taklim yang ingin mendaftarkan majelis taklimnya ke Kementerian Agama silahkan hubungi kontak kami Penyuluh Agama Islam.

DATA MAJELIS TAKLIM KECAMATAN SERANG BARU
TAHUN 2012

No Nama Majelis Taklim Alamat Desa Pengasuh
1 Al Ikhlas Kp. Cibenda RT 01 / 01 Cilangkara Ustz. Nur Hasanah
2 Nurul Iman Kp. Cibenda RT 01 / 01 Cilangkara Ustz. Nur Hasanah
3 Nurul Amal Kp. Cilangkara RT 02 / 01 Cilangkara Abidin
4 Darul Amal Kp. Cilangkara RT 03 / 02 Cilangkara Kawi Sukmawi
5 Miftahus Sa'adah Kp. Cilangkara RT 04 / 02 Cilangkara Hj. Yani
6 Darul Ulum Kp. Cilangkara RT 06 / 03 Cilangkara Solihudin
7 Nurul Hidayah Kp. Cilangkara RT 06 / 03 Cilangkara Ali Nurdin
8 Al Hikmah Kp. Cilangkara RT 07 / 04 Cilangkara Ustz. Nur Hasanah
9 Nurul Jannah Kp. Cilangkara RT 07 / 04 Cilangkara Hamjah, AS
10 An Nur Kp. Cilangkara RT 09 / 05 Cilangkara H. Mansur
11 Nurul Jannah Kp. Cikarang Jayamulya Kholidi AZ
12 Al Hikmah Kp. Sempora Jayamulya H. Animudin
13 Baetul Mukminin KP. SAMPORA Jayamulya -
14 Miftahul Huda Kp. Campaka 06 / 02 Nagacipta Ahmad Mubarok
15 Sirojul Huda / Desa Kp. Tegalsapi RT 02 / 01 Nagacipta Sukarna
16 Al Atiqiyah Kp. Campaka 05 / 02 Nagacipta Asep Sabiqunnahar
17 Al Jalaluddin Kp. Campaka 07 / 03 Nagacipta Ujang
18 Miftahus Sa'adah Kp. Campaka 07 / 03 Nagacipta Khoirul Anam
19 Al Khair Kp. Manglad 08 / 03 Nagacipta Hadad
20 Al Huda Kp. Pasirpogor 09 / 03 Nagacipta Abdul Kohar
21 Al Hidayah Kp. Tegalsapi 01 / 01 Nagacipta Abdul Muhyi
22 Al Mubarokah Kp. Dulangjero 03 / 01 Nagacipta Dian Sofyan
23 Darus Shawab Kp. Babakan Ciawi RT 05 / 03 Nagasari KH. Puding
24 Al Falah Kp. Cadasgantung RT 01 / 01 Nagasari Ust. Aca
25 Nurul Iman Kp. Cadasgantung RT 02 / 01 Nagasari Ust. Supri
26 Ar Rohmah Kp. Cibungur RT 12 / 06 Nagasari Abdulrohman
27 Darushshowab Kp. Jereged Nagasari Memed
28 Nurul Hikmah Kp. Jereged RT 04 / 02 Nagasari KH. Hambali
29 Ar Rohman Kp. Karangsambung RT 08 / 04 Nagasari Ibu Nyai
30 Nurul Hidayah Kp. Nambo RT 11 / 06 Nagasari Muhtadin
31 Darul Mu'allamah (Bpk2) Kp. Pasirkupang RT 02 / 01 Nagasari K. Utsman Ep. & H. Aye Jakaria
32 Darul Mu'allamah (Ibu2) Kp. Pasirkupang RT 02 / 01 Nagasari K. Utsman Ependi
33 Nurul Iman Kp. Pasirkupang RT 03 / 02 Nagasari Abdulkohar
34 Al Jihad Kp. Tegalbadak RT 09 / 05 Nagasari Hj. Titin Fatimah
35 Asa'idiyah Nagasari Said
36 Iztihadul Khoeriah Kp. Campaka 05 / 03 Sirnajaya Hj. Maesaroh
37 Nurul Iman Kp. Campaka 05 / 03 Sirnajaya H. Sukron
38 Rabiatul Aliyah Kp. Campaka 06 / 03 Sirnajaya Entin
39 Al Hidayah Kp. Cempaka Sirnajaya Acang
40 Al Ummahat Awwaliyah Kp. Cibenda 08 / 04 Sirnajaya H. Junaedi
41 Miftahul Huda Kp. Cibenda 10 / 05 Sirnajaya Bahrudin
42 Miftahul Jannah Kp. Cibenda 10 / 05 Sirnajaya Edi
43 Al Barokatu Solihat Kp. Cibenda 11 / 06 Sirnajaya Acim Asy'ari
44 At Taqwa Kp. Cilangkara 07 / 04 Sirnajaya H. Sanian
45 Miftahul Huda Kp. Kojengkang RT 04 / 02 Sirnajaya Ecah
46 Nurul Hidayah Kp. Tegal Kadu 12 / 06 Sirnajaya Hj. Ombah
47 Al Wahidah CIBENDA Sirnajaya -
48 Nurul Huda Kp. Cipalahlar Sukaragam Ahya Anshori
49 Nurul Falah Kp. Cipalahlar 12/06 Sukaragam Jana Atmaja
50 Nurul Hidayah Kp. Gebang RT 05/03 Sukaragam KH. Ahmid
51 Al Munawar Kp. Tonjong Sukaragam Karsa / Rita
52 Nurul Iman Kp. Tonjong Sukaragam Ali Sibro M
53 Ar Rohman Perum Mega Regency Sukaragam Abd. Wahid
54 At Tarbiyah Perum KSB Blok C71 No 53 Sukaragam Siti Suhaenah
55 Nurul Hidayah KSB BLOK E Sukaragam -
56 Al Ikhlas MR BLOK E Sukaragam -
57 Asy Syifa KSB BLOK C Sukaragam -
58 Miftahul Huda KSB BLOK E Sukaragam -
59 Al Ishlah KSB BLOK D Sukaragam -
60 Baitul Atiq MR BLOK H Sukaragam -
61 At Taubah MR BLOK N Sukaragam -
62 Al Huda UST IWAN Sukaragam -
63 Miftahus Sa'Adah RT 07 Sukaragam -
64 Al Fatihah RT 12 Sukaragam -
65 Nurul Ghoziyah KSB BLOK E 17 / 11 Sukaragam -
66 Darussalam Langkap lancar Sukaragam -
67 An Nisa KSB C15 / 7 Sukaragam -
68 Nurul Ilmi KSB C20 / 20 Sukaragam -
69 Izzatul Jannah KSB C18 / 12 Sukaragam -
70 Al Ikhlas KSB BLOK C Sukaragam -
71 Al Ittihad KP GEBANG Sukaragam -
72 Al Falah MR BLOK J Sukaragam -
73 Nurul Islam KP BUNISARI Sukaragam -
74 Al Falah Sukasari Sopyan Tsauri
75 Miftahul Khoir Sukasari Karnata
76 Nurul Iman Pasiraya Sukasari -
77 Al Jihad Sukasari -
78 Al Mujahidin Jayamulya -
79 Nurul Islam Jayamulya -
80 Al Amin Jayamulya -
81 Al Barokah Jayamulya -
82 Nurul Jannah Jayamulya -
83 Darul Ikhlas Jayasampurna -
spacer

Memahami Syahadat

Pendahuluan

Syahadatain (dua kalimat syahadat) bukanlah sesuatu yang asing bagi setiap muslim. Bahkan lisan mereka seringkali melafalkan dua kalimat tersebut. Dua kalimat yang mudah diucapkan:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

Namun boleh jadi banyak di antara kaum muslimin yang belum (tidak) memahami kandungan makna dan hakikat syahadat tersebut.

Tulisan berikut mencoba menjelaskan pengertian syahadat dan kedudukannya dalam kehidupan seorang muslim.

Pengertian Syahadat

Ditinjau dari segi bahasa, sedikitnya terdapat tiga arti dari kata syahadat, ketiga makna tersebut adalah :

1. Pernyataan (الإعلان/ الإقرار)

Mengenai makna ini, Allah menggambarkan dalam Al-Qur’an (QS. 3 : 18) :

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ وَالْمَلاَئِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Seseorang yang bersyahadat, berarti ia telah menyatakan sesuatu, sesuai dengan apa yang dinyatakannya. Dalam hal ini seseorang menyatakan bahwa tiada tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah.

2. Sumpah (القسم / الحلف)

Allah berfirman (QS. 24 : 6):

وَالَّذِينَ يَرْمُونَ أَزْوَاجَهُمْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُمْ شُهَدَاءُ إِلاَّ أَنْفُسُهُمْ فَشَهَادَةُ أَحَدِهِمْ أَرْبَعُ شَهَادَاتٍ بِاللَّهِ إِنَّهُ لَمِنَ الصَّادِقِينَ

“Dan orang-orang yang menuduh isterinya (berzina), padahal mereka tidak ada mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah, sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar.”

Seseorang yang bersyahadat, maka ia sesungguhnya telah menyatakan diri dengan bersumpah, bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.

3. Perjanjian (العهد / الوعد)

Allah berfirman (QS. 2 : 84) :

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَكُمْ لاَ تَسْفِكُونَ دِمَاءَكُمْ وَلاَ تُخْرِجُونَ أَنْفُسَكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ ثُمَّ أَقْرَرْتُمْ وَأَنْتُمْ تَشْهَدُونَ

“Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (yaitu): kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu, kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya.”

Seorang yang bersyahadat, sesungguhnya ia telah berjanji kepada Allah SWT untuk mentauhidkannya (tiada tuhan selain Allah), demikian juga berjanji untuk menjadikan nabi Muhammad adalah benar-benar utusan Allah, yang harus ia ikuti.

Kedudukan Syahadatain

Dalam kehidupan seorang muslim, syahadatain memiliki kedudukan yang sangat penting dan mendasar. Di antara pentingnya (ahammiyah) syahadatain adalah:
1. Syahadat merupakan pintu gerbang masuk ke dalam Islam (مَدْخَلٌ إِلَى اْلإِسْلاَمِ)
Karena pada hakekatnya, syahadat merupakan pemisah seseorang dari kekafiran menuju Iman. Artinya dengan sekedar mengucapkan syahadat, seseorang telah dapat dikatakan sebagai seorang muslim. Demikian pula sebaliknya, tanpa mengucapkan syahadat, seseorang belum dapat dikatakan sebagai seorang muslim, kendatipun baiknya orang tersebut.
Dalam syahadat seseorang akan mengakui bahwa hanya Allah lah satu-satunya Dzat yang mengatur segala sesuatu yang ada di jagad raya, termasuk mengatur segala aspek kehidupan manusia dengan mengutus seorang rasul yang ditugaskan untuk membimbing umat manusia, yaitu nabi Muhammad SAW.
2. Syahadat merupakan intisari dari ajaran Islam (خُلاَصَةُ تَعَالِيْمِ اْلإِسْلاَمِ)
Karena syahadat mencakup dua hal: Pertama konsep la ilaha ilallah; merealisasikan segala bentuk ibadah hanya kepada Allah, baik yang dilakukan secara pribadi maupun secara bersamaan (berjamaah). Dari sini akan melahirkan keikhlasan kepada Allah SWT. Kedua, konsep Muhammad adalah utusan Allah, mengantarkan pada makna bahwa konsep ini menjadi konsep yang mengharuskan kita untuk mengikuti tatacara penyembahan kepada Allah sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Atau dengan kata lain sering disebut dengan ittiba’.
3. Syahadat merupakan dasar perubahan total, baik pribadi maupun masyarakat (أَسَاسُ اْلإِنْقِلاَبِ)
Karena syahadat dapat merubah kondisi suatu masyarakat, bangsa dan negara secara menyeluruh, dengan sentuhan yang sangat dalam yaitu dari dalam tiap diri insan. Karena jika seseorang dapat berubah, maka ia akan menjadi perubah yang akan merubah masyarakatnya. Allah berfirman dalam (QS. 13 : 11) :
إِنَّ اللَّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah kondisi suatu kaum, hingga mereka mau merubah diri mereka sendiri.”
4. Syahadat merupakan hakekat da’wah Rasulullah SAW (حَقِيْقَةُ دَعْوَةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ)
Karena pada hekekatnya da’wah Rasulullah SAW adalah da’wah untuk menegakkan dua hal; yaitu mentauhidkan Allah. Dan kedua menggunakan metode Rasulullah SAW dalam merealisasikan ibadah kepada Allah SWT.
5. Syahadat memiliki keutamaan yang besar (فَضَائِلٌ عَظِيْمَةٌ)
Di antara keutamaanya adalah sebagaimana yang digambarkan dalam hadits berikut:
عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ أَنَّهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ شَهِدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ النَّارَ
“Dari Ubadah bin al-Shamit, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa yang bersaksi tiada tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, maka Allah akan mengharamkam neraka baginya”. (HR. Muslim)

Kesimpulan
Syahadat merupakan hal yang sangat penting bagi seseorang, yang akan menentukan perjalanan kehidupannya. Dengan syahadat, orientasi duniawi (baca; materiil) akan berubah menjadi orientasi ukhrawi yang secara langsung atau tidak dapat merubah tujuan dan perjalanan hidup seseorang. Dan dengan syahadat ini pulalah, Rasulullah SAW mengubah kondisi masyarakat Arab, dari kehidupan yang jahili menuju kehidupan yang Islami.
Syahadat membawa perubahan mendasar dalam jiwa setiap insan. Syahadat merubah kondisi masyarakat dari akarnya yang paling bawah; yaitu dari sisi relung hatinya yang paling dalam. Ketika hati telah berubah, maka segala gerak gerik, tingkah laku, pola pikir, kejiwaan dan segala tindak tanduk akan berubah pula.
Namun tentulah untuk dapat mewujudkan perubahan seperti itu, harus terlebih dahulu memahami hakekat yang terkandung dalam kalimat yang membawa perubahan itu. Para sahabat, yang mereka semua sebagian besar orang Arab, sangat memahami makna yang terkandung dalam kalimat tersebut. Sehingga ketika mereka mengucapkannya, merekapun mengetahui dan memahami konsekwensi yang bakal mereka terima dari ucapannya. Oleh karena itulah, tidak sedikit kasus adanya penolakan dari mereka untuk mengucapkan kalimat tersebut. Bahkan diantara mereka ada yang mengatakan akan dapat mengatakan sepuluh kalimat, asalkan bukan kalimat yang satu itu.
Wallahu a’lam.
spacer